Senin, 11 April 2016

Selasa, 05 April 2016

Peluang 2

Peluang 2

Orang tua galau tak dapat peluang
Orang muda ribut rebutan peluang
Orang kaya sibuk jual beli peluang
Orang miskin sedih kehilangan peluang
Orang pintar pandai merancang peluang
Orang bodoh ogah, lewatkan peluang

Peluang adalah random
Peluang adalah antrian
Peluang adalah barang dagangan
Peluang adalah kesempatan

Peluang dapat dilobi
Peluang dapat dinanti
Peluang dapat diberi
Peluang dapat dihindari

Ibarat tanam padi
Peluang dapat disemai
Tanam satu butir peluang
Panen ratusan kesempatan

Orang bijak adalah orang yang bersedekah kesempatan

Rumah Panda Irana - April 2016

Senin, 02 November 2015

APRESIASI UNTUK NEGERI (sebuah cerpen anti korupsi)

Jam pelajaran ke 7 dan 8 pada hari kamis merupakan jam pelajaran yang sangat melelahkan bagi siswa-siswi kelas XI IPS 4. Setelah lelah dengan pelajaran Olah Raga dan Matematika, kini kami harus mengikuti pelajaran Bahasa Inggris yang bikin pusing kepala. Ditambah suasana kelas yang pengap, yang hanya memperoleh hembusan dua buah kipas angin tergantung dilangit-langit kelas. Nampak beberapa siswa yang merebahkan kepala menahan kantuk. Ada juga beberapa siswa yang memandang kedepan kelas dengan tatapan mata kosong karena kelelahan.

“ Wah gimana nih Ndre, aku ada rapat OSIS nih. Mau ijin tapi kok …. “, bisikku.
“ Rapat-rapat melulu! Kapan belajarnya!, Awas lho, jangan sampai kamu ketinggalan pelajaran hanya karena aktif sebagai pengurus OSIS!” jawab Andre.
“ Iya, betul kamu Ndre, tapi aku juga pingin belajar melalui organisasi, dan OSIS sebagai sarananya”
“ Boleh juga kamu, ssshh! Heh, itu lho pak Wijaya sedang mengawasi kita” kata Andre dengan memelankan suara.
Tiba-tiba terdengar suara keras dari depan kelas.
“ Hei, Dimas … Andre … What are you doing? You are always chatting during my lesson. Come here please !” teriak pak Wijaya, guru Bahasa Inggris kami.
“ Huuuuuu …..” teriak teman-teman sekelas.
“ Waduh, matik aku” kataku dalam hati.
“ Tuuhh kan Dim, kita dipanggil. Mampus deh kita” timpal Andre.
“ Hurry up! Come here please !” teriak pak Wijaya untuk yang kedua kali.
“ Yes Sir, I am coming” jawab Andre.
“ You two, what are you doing? You don’t listen to my lesson” tanya pak Wijaya.
“ Mmmm, I am sorry Sir, I … mmm I …. Mmmm” jawabku dengan terbata-bata.
“ Ada apa kalian? Kok ngomong terus selama pelajaran saya?”
“ Mmmm… maaf pak, sebenarnya tadi saya mau minta ijin untuk keluar kelas, karena saya mau ada rapat di ruang OSIS” jawab ku.
“ OOhh gitu. Kok ndak bilang dari tadi? OK, now, you ask permission to leave the classroom in English’
“ Iyes Sir, maaf, saya gak bisa ngomong Inggrisnya, mmm … excuse me Sir, may I leave the lesson? Jawabku dengan Bahasa Inggris pontang-panting.
“ Wait wait wait, both of you?” Tanya pak Jay.
“ No Sir, only me. Andre is still in the classroom” Jawabku
“ Ok lah kalau begitu, Andre, you may sit down, and Dimas, you may leave the classroom”
“ Thank you Sir “ Jawabku dan Andre dengan gembira.
“ Eh tunggu-tunggu sebentar Dim. Memangnya ada kegiatan apa di OSIS?”
“ Anu pak, kegiatan pembahasan program kerja” jawabku
“ Memangnya kamu bagian apa? tanya pak Wijaya
“ Mmmm .. saya seksi bidang apresiasi seni pak”
“ lha terus, apa program unggulanmu” tanya pak Wijaya seperti sedang menginterograsi.
“ Gini pak, untuk bidang apresiasi seni, kita focus pada kegiatan Hari Ulang Tahun sekolah kita yang ke - 25”
“ Kegiatannya apa dong kalau begitu?” tanya pak wijaya lagi
“ Rencananya sih, kita akan mengadakan pentas seni dan mendatangkan grup band dari ibu kota” jawabku.
“ Wuahhh. Anggarannya besar dong kalau begitu. Dana dari mana? Apa harus seperti itu?” timpal pak Wijaya.
“ Nahh itu pak, yang sedang kita bahas siang ini” jawabku
“ Oke, yah kalau begitu, silahkan lanjutkan kegiatan rapatmu Dim. Eh, satu lagi, titip pesen buat pengurus OSIS semua, besok kalau ada hari guru pada bulan November, gak usah ada acara ngasih hadiah untuk wali kelas ya” kata pak Wijaya
“ Memangnya kenapa pak?”
“ Itu termasuk grativikasi, gak usah kaya gituan. Kita, bapak – ibu guru,  sudah senang kok, kalau kalian bisa berprestasi setinggi mungkin” jawab pak Wijaya.
“ OOO … Grativikasi ya pak, dilarang KPK dong” jawab ku.
“ Iya betul. Udah sana, silakan rapat. Jangan lupa ya pesanku tadi. Ingat! kalian di OSIS untuk belajar berorganisasi, bukan untuk belajar memanipulasi dan korupsi” pesan pak Wijaya.
“ Iya pak, thank you sir”
====================================
Agenda rapat OSIS siang kali ini akan membahas anggaran dana untuk kegiatan HUT sekolah yang ke 25 yang akan mendatangkan artis dari ibu kota. Pada rapat dua hari yang lalu, aku sudah kalang kabut dikeroyok oleh rekan-rekan pengurus OSIS untuk menyelenggarakan puncak HUT sekolah dengan mengundang artis dari ibu kota. Sebagai koordinator seksi bidang apresiasi seni, saya dituntut untuk merancang dan menyelenggarakan acara yang lebih meriah dibanding tahun kemarin. Apalagi ada tuntutan dari senior dan alumni, masih teringat ucapan kak Lutfi, alumni kami yang sering membantu kegiatan OSIS “malu dong dengan SMA sekitar, kalau kita tidak bisa menyelenggarakan konser HUT yang lebih meriah”

Dana yang kami butuhkan untuk kegiatan ini sekitar 120 juta rupiah, sedangkan dana yang dianggarkan oleh sekolah untuk kegiatan pentas seni HUT hanya 30 juta rupiah. Darimana untuk menutupi kekurangannya? Iuran rekan-rekan, paling hanya memperoleh 15 juta rupiah. Dari sponsor, sumbangan alumni, penjualan tiket, perkiraan hanya memperoleh 40 juta rupiah. Masih kurang 35 juta rupiah untuk menutupi kekurangan dana.

Hasil rapat dua hari yang lalu, untuk menutupi kekurangan dana, kita akan melakukan “penghematan” untuk seluruh kegiatan OSIS dengan cara meminta 30% anggaran kegiatan lainnya untuk memenuhi kekurangan dana pentas seni, sedangkan untuk pelaporannya dibuat fiktif agar terserap 100%. Dengan cara ini, kita akan memperoleh dana sekitar 30 juta lebih.

Namun pesan pak Wijaya tadi bagaikan sebuah petir yang menyambar disiang hari yang membuat aku terhenyak dari tidur siang. Betul juga ya, saya di OSIS tujuannya untuk belajar berorganisasi yang baik, bukan malah belajar untuk memanipulasi dan korupsi.
Sedangkan kegiatan yang akan kami lakukan, dengan dalih “penghematan”, ini kan sama juga dengan manipulasi, termasuk korupsi.

Dengan beban di kepala yang sarat dengan muatan saya mengikuti rapat OSIS siang hari ini.
“ Gimana Dim, sudah dirancang RAB kegiatan pentas seni HUT?” tanya Aji, ketua OSIS.
“ Sebenarnya sudah Ji, tapi tiba-tiba kok saya berubah pikiran” jawabku.
“ maksud mu gimana Dim?” pinta Aji.
“ Begini Ji, kita di OSIS ini kan tujuannya untuk belajar berorganisasi yang baik, bukan untuk latihan memanipulasi apalagi korupsi, sedangkan rencana kita untuk memotong anggaran tiap kegiatan sebanyak 30% itu kan termasuk manipulasi, korupsi itu Ji” kilahku.
“ Lhoooo …. Gimana sih Dim, itu kan sudah jadi kesepakatan kita kemarin, mosok diubah lagi. Ingat, jika kita tidak bisa menyelenggarakan konser yang lebih meriah, malu dong kita dengan para alumni! Mau ditaruh dimana muka kita!” jawab Aji.
“ Iya Dim, kan sudah disepakati oleh kita semua. Lagian nanti kalau para alumni tahu bahwa konser kita kurang meriah! Bisa gawat nih” timpal Anita, sekertaris OSIS.
“ Maaf teman-teman, sekali lagi maaf, kayaknya saya kurang sreg deh dengan istilah “penghematan”. Apa tidak ada upaya lain untuk menutupi kekurangan dana?” jawabku.
“ Wah payah kamu Dim! Merusak rancana saja” timpal Wisnu.
“ Iya niih, Dimas payah !” imbuh Anita.
“ Maaf teman-teman, sekali lagi maaf. Kalau istilah “penghematan” itu kita lakukan, sama juga dengan kita di OSIS untuk belajar korupsi, mosok sih seperti itu. Apa jadinya bangsa kita nanti kalau sejak kecil kita sudah berlatih korupsi” jawabku.
“ Ah sok suci kamu Dim” celetuk Joni anggota sekbid bela Negara.
“ Pokoknya untuk yang satu ini saya angkat tangan. Silahkan teman-teman berkata apa” jawabku.
“ STOP STOP … kalau begini gak akan selesai rapat kita. Sudah, kita stop dulu. Eh, Anita, tolong panggilkan pak Roni dong, kayaknya kita perlu bantuan beliau nih.
“ Siap pak Ketua” jawab Anita.

Selang sekitar 30 menit, akhirnya pak Roni, Pembina OSIS kami datang ke ruang rapat.
“ Assalamualaikum semuanya” sapa pak Roni.
“ Waalaikum salam pak” jawab kami.
“ Dengar-dengar, rapatnya seru ya. Memangnya ada apa sih?” tanya pak Roni.
“ Begini pak Roni, pada rapat 2 hari yang lalu kita sudah sepakat tentang sumber dana untuk kegiatan konser pentas seni HUT SMA Kita yang ke 25, namun hari ini ada kendala pak. Dimas selaku koordinator seksi bidang apresiasi seni yang bertanggung jawab, tidak setuju dengan rencana yang telah kita susun kemarin.” jawab Aji.
“ Oooo. Dimas, memang ada masalah apa kok tiba-tiba kamu berubah pikiran?” tanya pak Roni.
“ Begini pak, saya tidak setuju dengan istilah “penghematan” yang mana nanti kita akan memotong anggaran 30% untuk kegiatan OSIS yang lain, namun pada laporannya kita buat 100%. “ jawabku.
“ Alasanmu apa Dim, kok kamu tidak setuju? tanya pak Roni.
“ Kalau menurut saya, itu kan termasuk kegiatan memanipulasi, termasuk korupsi pak” jawabku.
“ Hmmmm … bener juga ya. Lalu apa solusinya Dim?” tanya pak Roni.
“ Saya kira kita bisa melakukan “penghematan” yang sebenarnya pak. !” jawabku.
“ Misalnya !” tanya pak Roni.
“ Untuk sound system, kita bisa pake sound system yang berkekuatan 10.000 watt saja pak, gak perlu 40.000 watt. Ini bisa menghemat sewa sekitar 5 juta rupiah.”
“ Terus apa lagi Dim” tanya pak Roni.
“ Mungkin teman-teman bisa membantu merancang ulang anggaran! Pinta ku.
“ Kalau memang begitu, kita bisa sewa panggung dan tata cahaya yang lebih murah dong” usul Aji.
“ Ada yang lain” tanya pak Roni.
Suasana ruang menjadi hening seketika.
“ Begini. Saya setuju dengan usul Dimas, memang betul bahwa kalian di OSIS adalah untuk belajar berorganisasi yang baik. Bukan untuk latihan korupsi, Ok, saya akan mencoba membantu kalian, nanti saya akan membantu bernegosiasi dengan band ibukota yang akan kalian undang. Kebetulan saya punya teman yang bekerja pada Tim Manajemen band tersebut. Siapa tahu mereka bersedia menurunkan harga”. jawab pak Roni.
“ Oh iya pak, saya bisa bantu untuk penginapan artis ibu kota, kebetulan Papa saya punya rumah baru yang cukup lumayan bagus dan belum ditempati. Daripada para artis menginap di Hotel, lebih baik mereka tinggal di rumah baru Papa. Fasilitasnya tidak kalah dengan hotel berbintang lho pak! seru Anita, sekertaris OSIS.
“ Oke kalau begitu beres kan!, Tidak ada masalah. Mudah-mudahan kegiatan kita sukses” tutup pak Roni.
“Amiinnnnnnn” teriak kami bersama-sama.


TENTANG PENULIS

Fatkhur Rozi, Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Welahan kabupaten Jepara provinsi Jawa Tengah. Mulai mengajar Bahasa Inggris sejak tahun 2000 di SMAN 1 Welahan. Aktif sebagai pengurus MGMP Bahasa Inggris SMA tingkat kabupaten Jepara. Pernah menjabat sebagai Sekertaris dan Ketua MGMP pada tahun 2006 hingga 2012. Juga aktif dibidang pembimbingan teman sejawat sebagai Guru Pemandu pada tahun 2006-2009. Sebagai Instruktur Nasional kurikulum 2013 pada tahun 2014 dan Narasumber Nasional kurikulum 2013 pada tahun 2015.
Memiliki hobi membaca dan menjelajahi dunia maya melalui Internet. Hingga saat ini memiliki blog aktif diantaranya www.jeparaenglishteacher.blogspot.com dan www.rumah-panda.blogspot.com


Jumat, 09 Mei 2014

Floods In Mayong

Good morning viewers

you are watching headline news.

Floods had devastated Mayong and welahan district , jepara central Java on last January 28, 2014. This is the second hit after a huge floods hit mayong a week before. 
According to Mr.  Rozi, a floods victim from pelemkerep village of Mayong district, the second hit was bigger than the first one. He said that the first flood happened on Tuesday night, January 21, 2014. water started to rise at 7 p.m , while the second floods that happened on Tuesday January 28 was started in the morning. He  said that the second floods ruined many buildings including houses, schools, and many more. Furthermore, because the second floods hit in the morning when people were at work, there were many house appliances that could not be saved including electronic appliance, Mr. Ronzi added. The floods were caused by rain for more than 2 days and some levees that destroyed in some parts of mayong.
 Meanwhile, Mrs. Woro Wulandari, a school teacher living at Mayong said that she was at the office when the second floods hit Mayong. She left her office at 9 a.m. in the morning to her house. She said that it was difficult to get to her house because floods was everywhere from Pecangaan district until Mayong District. it needed almost 2 hours to get to her house. Further more, Mrs.Woro added that the floods that hit her house was more than 1 and a half meter hight. The first thing to do when she got home was saving her children. She asked her children and her family to stay at the second floor of her house.
Mrs.Wiharti, a 63 years old lady living at Pelemkerep Mayong said that this floods was the biggest that ever happened during her live.
And this is the picture of floods in Mayong, Jepara




From the video, we can see floods that happened at Mayong street. The floods forced traffic from Jepara to Kudus to be stopped for almost 4 hours.
People were walking slowly and helped by others to cross the street.
Many vehicles were trapped by the floods and forced the driver to left their vehicle.



=========
It was reported that many resident from mayong and  welahan, jepara left their home and move to safe place such as mosque, school and many government building.  SMA Negeri 1 Welahan was set to be place for refugees for 4 days. According to Mr. Cahyo Purwono, headmaster of SMA Negeri 1 Welahan, there were a 1000 refugees staying  at SMA Welahan from Tuesday until Sunday.
Meanwhile, Mr. Lulus Suprayetno, Head of Jepara BPBD or Jepara Disaster Prevention Board,  said that the floods and lanslide happened at several district in Jepara including Mayong, Welahan, Pecangaan, and Jepara Kota this year. It caused lost more then 82,39 billion rupiahs. Furthermore, Jepara government spent more than 2 billion rupiah to overcome the disaster.

That’s today breaking news
I am Frozi
Thanks for watching and good bye

Jumat, 31 Januari 2014

Pukulan Kedua

Pukulan kedua itu membuatku goyah
Hantaman kedua itu membuat kakiku lemah
Wajah keriput ini terkulai tak berdaya
Tubuh yang mulai kurus tergeletak tanpa upaya

Hujaman dahsyat datang saat aku terlena
Disaat kuda-kuda belum sempurna
Disaat lengan ini lemah menahan pukulan yang pertama

Ampun, aku menyerah kalah
Ampun, aku pasrah
Ampun, aku mengaku salah

Aku tahu Engkau memang paling perkasa
Aku juga tahu Engkau sangat berkuasa

Jangan beri aku pukulan yang ke tiga, empat dan lima
Yang aku inginkan hanya setetes air penghilang dahaga


Pasca pukulan yang kedua, 28 Januari 2014

Senin, 21 Oktober 2013

Pengalaman 1 bulan di negeri singa

Merupakan pengalaman yang sangat luar biasa ketika kami (Fatkhur Rozi, S.Pd., M,Kom dan Septiawan Tri Pambudi dari SMA Negeri 1 Welahan) memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sebagai expert teacher dan expert student pada program SEAEdunet 2.0. pada tanggal 19 Agustus hingga 21 September 2013. Program ini diselenggarakan oleh SEAMOLEC (Southeast Asia Open and Distance Learning Centre),  yakni lembaga dibawah naungan SEAMEO (Southeast Asia Ministers of Education Organization/ Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara). Adapun tempat kami bertugas adalah di Sekolah Indonesia Singapura, yakni Sekolah yang pengelolaannya dibawah Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.



Expert Teachers SEA Edunet 2.0.

Sebagai Expert teacher, tugas kami antara lain sebagai narasumber pada kegiatan workshop untuk program SEA Edunet 2.0, selama 3 hari, dan selanjutnya kami mendampingi guru-guru di Sekolah Indonesia Singapura untuk melaksanakan model pembelajaran e-kolaborasi menggunakan Project Based Learningselama kurang lebih 4 minggu. Adapun materi pelatihan selama workshop 3 hari antara lain Pembelajaran Abad 21, Pengenalan pada Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek), kolaborasi pembelajaran melalui Edmodo, pembuatan bahan ajar dengan menggunakan e-book maker (sigil) dan pembuatan video tutorial pembelajaran dengan menggunakan Screen O Matic. Sedangkan siswa kami, Septiawan, memperoleh kesempatan untuk menuntut ilmu bersama siswa-siswi di Sekolah Indonesia Singapura.
Pada tanggal 24 Agustus, hari terakhir pelaksanaan workshop, selanjutnya diselenggarakan kegiatan teleconference secara online yang melibatkan seluruh sekolah yang terlibat yakni Sekolah Indonesia se - Asia Tenggara dan beberapa sekolah lokal di Indonesia. Pada kegiatan ini, masing-masing peserta memaparkan rencana pelaksanaan Project Based learning yang akan diimplementasikan selama 1 hingga 6 bulan kedepan.

Implementasi Project Based Learning diSekolah Indonesia Singapura

Project Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang ditawarkan pada Kurikulum 2013. Namun sebenarnya PBL merupakan bukan hal yang baru. Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang berbasis pada instruksi-instruksi yang melibatkan siswa untuk melakukan infestigasi dari sebuah masalah. Hasil akhir dari PBL ini adalah sebuah produk autentik. Dengan cara ini, siswa akan melaksanakan serangkaian aktifitas nyata yang menuntut siswa untuk aktif menggunakan berbagai ketrampilan antara lain sebagai pemecah masalah, pembuat keputusan, berfikir kritis, berkomunikasi efektif dan bekerjasama. Ketrampilan-ketrampilan tersebut merupakan skill yang sering dipakai pada kehidupan abad 21 (twenty first century skills).
Adapun ide proyek yang kami laksanakan di Sekolah Indonesia di Singapura adalah memanfaatkan rumah kaca (green house) untuk menanam sayuran hydroponik. Proyek ini melibatkan 4 mapel yakni Biologi, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris. Ide ini dilandasi dengan adanya kondisi mahalnya harga sayur-mayur di Singapura, karena sayuran tersebut masih diimport dari negara lain. Selain itu juga adanya kenyataan bahwa kebanyakan siswa di sini tidak mengetahui bentuk asli tanaman sayuran, mereka hanya tahu hasil alkhirnya ketika siap untuk dimakan. Dengan menggunakan PBL, diharapkan para siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang akan dapat diingat dalam jangka waktu yang lama.
Implementasi Project Based Learning di Sekolah Indonesia Singapura juga melibatkan kolaborasi dengan sekolah lokal di Jepara. Adapun sekolah yang terlibat yakni SMA Negeri 1 Welahan dan SMA Negeri 1 Pecangaan. Siswa di kedua sekolah tersebut melaksanakan pembelajaran berbasis proyek yang mendukung kegiatan utama di Singapura. Dengan memanfaatkan tehnologi informasi, siswa mendeskripsikan tanaman dan sayuran yang ada disekeliling rumah mereka dalam bentuk video dan teks, kemudian di unggah ke kanal Youtube, dan di bagikan kepada siswa di Singapura melalui kelas Edmodo.
Produk akhir dari Project Based Learning kali ini adalah pembuatan dan pemeliharaan sayuran hidroponik yang ditanam di rumah kaca hingga panen. Selain itu, penilaian siswa dilakukan melalui ide-ide yang muncul ketika melaksanakan proyek, kolaborasi dan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Dengan melalui pembelajaran berbasis proyek ini diharapkan akan mampu malatih siswa dalam mengimplementasikan ketrampilan abad 21.


Expert Teacher dan Expert Student SI Singapura


Kesempatan Berkunjung ke National Institute of Education - NTU

Keberadaan kita sebagai Expert Teacher di negara Singapura sudah selayaknya kita manfaatkan untuk meng"explore" berbagai tempat untuk menambah wawasan kita. Salah satunya tempat yang layak saya kunjungi adalah National Institute of Education. Pada dasarnya, NIE masih satu payung lembaga dengan Nanyang Institute of Technologi (NTE). Boleh dikatakan bahwa NIE itu Fakultas Keguruan milik NTE, salah satu dari 50 perguruan tinggi terbaik se dunia.
Salah satu alasan saya datang ke NIE kali ini adalah untuk bertemu dengan Dr. Willy Renandya, salah seorang profesor yang mengajar di NIE, asli Yogyakarta. Beliau adalah profesor Bahasa Inggris yang sudah sering malang melintang di dunia ke"Bahasa Inggris"an. Sudah beberapa kali saya berkesempatan mengikuti seminar beliau di konferensi internasional.
Tentunya saya mengikuti aturan untuk membuat appointment secara resmi, satu minggu sebelumnya saya mengirim pesan melalui akun fb beliau, dan alhamdulillah beliau bisa menerima kami pada hari senin tanggal 10 september 2013 pada pukul 11.30 waktu Singapura. Saya diterima oleh Dr. Willy bersama dengan seorang dosen Universitas Ciputra Surabaya. Beliau, Ibu natalia saat ini sedang mengikuti program sandwich selama 4 bulan di NIE, yakni program mengikuti perkuliahan di Luar Negeri bagi mahasiswa Phd, didanai oleh DIKTI.
Tepat pukul 11.30 waktu singapura, saya berkunjung ke kantor Prof Willy, kami diterima dengan hangat. Percakapan dan diskusi berlanjut ke kantin NIE yang asri, kita ngobrol sambil makan siang. Banyak sekali yang kita diskusikan, dari hal kecil hingga masalah pengajaran Bahasa Inggris.


Bersama Prof. WIlly dan Ibu Natalia



Catatan kecil selama 1 bulan tinggal di Singapura

Singapura yang juga dikenal sebagai negeri singa termasuk 10 negara dengan biaya hidup paling tinggi di dunia. Sebagai pusat bisnis dan wisata belanja di asia tenggara, sudah sepantasnya apabila Singapura dijuluki sebagai hutan mall dan kondominium. Banyak sekali ditemukan pusat-pusat bisnis dan perbelanjaan, dari perusahaan multi nasional hingga toko produk-produk mewah semacam "Hermes, Louis Viton, Charles and Keith“dan lain-lain. Yang menarik dari singapura adalah transportrasi masal yang dapat dengan mudah kita temukan dan lalulintas yang lancar. Kita bisa menggunakan MRT (kereta cepat) dan bus untuk menuju berbagai penjuru singapura. Selain itu, ada juga taxi, namun kita tidak bisa asal menghentikannya.
Ada beberapa catatan menarik ketika memiliki kesempatan untuk tinggal selama 1 bulan sebagai Expert teacher SEA Edunet 2.0
1. Banyak aturan yang apabila dilanggar akan kena denda, terutama apabila dilakukan ditempat umum semisal di dalam bus, mrt. Merokok ditempat umum didenda 1000 dolar, makan dan minum dan juga membuang sampah sembarangan akan didenda 500 dolar. Harap diketahui bahwa kamera pengintai (CCTV) bertebaran dimana-mana. Memang Singapura ada yang mem"pleset"kan sebagai fine city.
2. Untuk menuju halte dan stasiun MRT, kita harus jalan kaki. Karena kita pergi dan pulang dari apartemen ke Sekolah Indonesia Singapura menggunakan transportasi umum, kita harus berjalan kaki untuk menuju halte atau stasiun mrt. Kalau dihitung, mungkin dalam 1 hari kita bisa berjalan kaki kurang lebih 1 kilo.
3. Dalam hal pelayanan masyarakat, singapura jagonya. Disini ada EZ link card yang dapat digunakan untuk ongkos MRT, bus, bahkan bisa juga untuk beli makanan dan minuman ringan. Tapi jangan lupa untuk selalu cek saldo. Kalo saldo habis maka harus di "top up". Isi ulang EZ link card dapat dilakukan di stasiun mrt, atau juga di minimarket seperti 7eleven dan lainnya.
4. Berkaitan dengan makanan, kita harus hati-hati dalam memilih makanan, karena di Singapura kebanyakan restoran menjual makanan chinese, sulit sekali menemukan makanan halal. Pilihannya kita bisa mengunjungi kedai muslim melayu atau kedai muslim india. Yang pasti rasanya akan aneh dilidah kita.
5. Kelanjutan dari catatan no 4, yang pasti harga makanan disini mahal sekali. Sekali makan paling tidak biayanya sekitar 4 - 7 dolar, kalo dikalikan kurs rupiah yang makin menggila, Rp 9000, ketemu sekitar Rp. 50.000.
6. Untuk komunikasi sehari-hari, berhubung warga singapura mayoritas adalah chinese, diikuti oleh melayu, india dan western, bahasa yang digunakan adalah "Singlish" atau bahasa Inggris nya singapura. Bagi yang tidak terbiasa dengan singlish akan bingung dengan logat dan gaya bicara yang aneh.

Itu tadi sekedar sekelumit catatan selama 1 bulan sebagai expert teacher, hal yang tidak akan terlupakan adalah ketika berkunjung ke tempat-tempat menarik seperti Orchard, Mustafa, Marina Bay, Esplanade dengan konser raya melayu, Merlion, Sentosa Island. Dan juga berkesempatan untuk melaksanakan sholat jum’at di Masjid Sultan (masjid tertua di Singapura) dan berziarah ke makam Habib Noh (ulama’ penyebar agama islam di Singapura). Selain itu juga kami berkesempatan mengikuti resepsi diplomatik peringatan hari kemerdekaan RI dan panggung gembira yang menghadirkan artis-artis ibukota di KBRI Singapura.


Mr. Heru dan Mr. Rozi


Merlion



Resepsi Diplomatik di Kedubes RI



Rabu, 03 Juli 2013

Family Holiday 2013

Liburan keluarga tahun 2013 kali ini cukup menantang. Rumah Panda mencoba petualangan baru untuk mengunjungi Gunung Bromo dan melakukan perjalanan dengan menggunakan Bus.
Liburan kali ini bersamaan dengan kegiatan piknik keluarga besar SMANELA (SMA Negeri 1 Welahan Jepara) dengan tujuan Jatim Park II.

Keberangkatan kami dimulai pada hari Senin, 24 Juni 2013, meeting point berada di halaman parkir SMANELA. Kami berangkat pukul 07.30 malam dengan menumpang bus Symphony. Ada tiga bus yang bertolak ke Malang pada malam itu.

Perjalanan malam menjadi perjalanan yang berkesan, selama perjalanan, kita bisa menikmati pemandangan Pantura ditemani dengan sinar cahaya bulan purnama. Rombongan tiba di malang pada pukul 4 pagi. Tempat transit yang menjadi tujuan pertama adalah hotel Mutiara Baru, Batu Malang. Sebuah hotel yang cukup sederhana untuk menyegarkan diri dan sarapan pagi.


Nongkrong di depan hotel

Menikmati susu segar dipagi hari

Tujuan pertama dari tour kali ini adalah wisata petik apel di batu malang. Dengan menumpang angkutan pedesaan yang tersedia di area parkir bus, kami mengunjungi kebun-kebun apel yang siap untuk diperik, Dengan membayar tiket 20.000, kita memperoleh layanan transport angkudes, welcome drink berupa minuman sari apel, dan kita dipersilakan untuk makan apel sepuasnya. Apabila ada yang ingin membawa apel untuk dibawa pulang, kita disuruh membayar 15.000 rupiah per kilo. Kali ini, Rumah Panda sangat antusias untuk  berwisata petik apel. Masalahnya di Jepara gak ada kebun apel seperti ini.


Ayo petik apel


Sudah dapat berapa kilo bu!

Pandu, Dinda, Rama, Amin kekenyangan apel

Kami berwisata petik apel hanya sampe jam 9.30 pagi. Tujuan wisata berikutnya adalah Jatim Park II. Setelah makan siang bareng, Bus menuju daerah Jatim Park II. Di Jatim Park II, kita bisa menikmati berbagai wahana yang ada. Setelah berkeliling melihat-lihat koleksi flora dan fauna yang ada, Rumah Panda mencoba untuk masuk wahana favorit keluarga yakni wahana "RUMAH HANTU." Sebuah wahana yang menantang nyali kita. Ada yang lucu ketika masuk ke wahana ini, Dinda dan Ibu sering menutup mata karena tidak berani melihat.

Siapa yang mirip dengan patung?


Rumah Panda foto bareng Panda
Yang baju kuning itu siapa ya?

Piknik bersama keluarga besar SMANELA dengan Rumah Panda berhenti di Jatim Park II. Selanjutnya Rumah Panda memisahkan diri dari rombongan untuk selanjutnya berpetualang ke Gunung Bromo. Tepat jam 3.30 sore, taksi sudah menjeput di lobi Jatim Park II. Selanjutnya kami akan menuju ke EL Hotel di Karang Ploso, Malang. Tarip taxi nya cukup murah, diargo tertulis 40.000 rupiah, nemun karena BBM baru saja naik, pak sopir minta tambahan 10.000. Ok lah kalau begitu. Terima kasih pak sopir.

Sampai di EL Hotel, kami disambut oleh resepsionis yang ramah. Setelah melakukan registrasi, akhirnya kami menginap di kamar 102.


Bermalam di EL HOTEL

El Hotel merupakan hotel yang cukup nyaman. Hotel ini baru beroperasi pada awal tahun 2013, jadi kami bisa menikmati suasana hotel baru yang bersih dan nyaman. El Hotel juga menyediakan kolam renang, namun harus berjalan sekitar 200 meter untuk menuju ke kolam renang. Selanjutnya kami harus menyiapkan fisik untuk mengikuti tour Bromo Midnight.

Siap-siap berpetualang di Bromo

Tepat jam 1.00 tengah malam, kami sudah dijemput driver dari Menak Jinggo Tour. Driver kali ini bernama Mas Dimas, driver muda yang sangat ramah. Dengan mengendarai Toyota All New Avanza, kami menyusuri jalan Malang - Lawang - Pasuruhan - Tosari. Tujuan pertama kami adalah Wono Kitri, Pintu masuk utama kawasan Bromo-Tengger - Semeru. Kami tiba di Wono Kitri pada pukul 03.00 pagi. Disini kita membeli beberapa barang yang harus kita bawa, antara lain topi gunung dan sarung tangan tambahan. Selanjutnya di parkir Wono Kitri, kami harus berganti armada untuk menuju Penanjakan. Jeep Hard Top sudah siap mengantar kami ke taman Nasional Bromo - Tengger - Semeru. 

Dingin banget!!!! Parkir Wono Kitri

Kali ini kami ditemani oleh Mas Debi, Driver Hard Top berpengalaman asli Wono Kitri. Ini dia plat nomor Hard Top Mas Debi.

Jeep yang nganter kita

Tujuan pertama kami adalah Puncak Penanjakan I. Dari sini kami akan menantikan terbitnya matahari dan menimati suasana dinginnya puncak gunung. Dari parkir Jeep, Kami harus berjalan mendaki kurang lebih 200 meter. Di atas sudah menanti penjual jagung bakar. Panda langsung meminta dibelikan jagung bakar. Dalam kondisi kedinginan dan ngantuk, kami menikmati jagung bakar Bromo.

Makan Jagung dingin

Yang dinanti akhirnya tiba. Semburat warna merah mulai terpancar diarah timur. Lazuardi merah menyala menyeruak cakrawala pagi. Begitu indahnya lukisan alam ini. Maha Besar Allah atas segala keindahan ciptaan-Nya. Subhanallah.


Menanti matahari terbit

Masih ngantuk nii!!

Setelah menikmati terbitnya matahari dalam suasana pagi yang sangat dingin, selanjutnya kami menuju warung di sekitar untuk mengisi perut. Dari Minak Jinggo tour telah memberi kami bekal makanan ringan, namun Panda tidak tahan untuk mencoba kuliner bromo. Akhirnya kami menuju salah satu warung yang ada gambar pak SBY.

Sarapan pagi. Nyam-nyam-nyam

Setelah dirasa cukup untuk mengisi perut, selanjutnya kita menuju parkir jeep untuk melanjutkan perjalan ke Bromo. Tujuan selanjutnya adalah gardu pandang Bromo. Dari sini kita dapat melihat hamparan lautan pasir, gunung Bathok dan gunung Bromo.

Serasa di atas awan

Setelah menikmati pemandangan gunung Bromo dan Gunung Bathok dari Bukit Cinta, selanjutnya Jeep membawa kami ke area lautan pasir, bukit teletubies dan pasir berbisik.


Di lautan pasir

Bukit teletubies


Ayo lompat setinggi-tingginya!!


Kaya di planet lain ya!!


Dua mahluk planet sedang bermain pasir


Masih di planet lain

Di puncak gunung bromo, bibir kawah. Awas hati- hati

Setelah dari fajar hingga pagi menikmati indahnya gunung Bromo, selanjutnya kami harus mengakhiri kunjungan kami karena travel sudah menunggu. Kami harus kembali ke hotel untuk mengejar Check Out Time jam 1 Siang. Kami sampai di EL Hotel pukul 12.30 siang. Setelah berisitirahat sejenak dan mandi, akhirnya kami harus kembali ke Jepara dengan menumpang angkutan umum. Dari hotel, kami naik angkot menuju terminal Arjosari, kemudian kami naik Bus patas menuju Surabaya. Kami sampai di terminal Bungurasih Surabaya sekitar jam 4 Sore, dan kami harus menunggu bus Indonesia jurusan Surabaya - Jepara pada pukul 6 sore.

Menunggu bis Indonesia. Ada yang ngambeg tuh! Siapa ya?

Setelah melalui perjalan darat menusuri pantai utara jawa selama 9 jam, akhirnya kita sampai di Rumah Panda pada pukul 3 dinihari.
Sebuah perjalanan yang luar biasa, akan kami kenang sepanjang masa.